Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Minim Faktor Pendorong, IHSG Bererak di Kisaran 6.610-6.710

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Jun 2023 👁️ 3x dibaca
Pada penutupan perdagangan Senin (26/6/2023), IHSG berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,39 persen ke level 6.665,52. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak antara 6.622,18 hingga 6.674,06. Terdapat 236 saham yang menguat, 294 saham yang m
Pada penutupan perdagangan Senin (26/6/2023), IHSG berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,39 persen ke level 6.665,52. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak antara 6.622,18 hingga 6.674,06. Terdapat 236 saham yang menguat, 294 saham yang m Foto: Net

Pada penutupan perdagangan Senin (26/6/2023), IHSG berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,39 persen ke level 6.665,52. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak antara 6.622,18 hingga 6.674,06. Terdapat 236 saham yang menguat, 294 saham yang mengalami koreksi, dan 213 saham yang stagnan.

TRIPODNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa (27/6/2023), diprediksi akan mengalami pergerakan horizontal dalam kisaran 6.610-6.710, mengingat minimnya faktor pendorong dalam perdagangan bulan Juni kali ini.

Pada penutupan perdagangan Senin (26/6/2023), IHSG berhasil berada di zona hijau dengan menguat 0,39 persen ke level 6.665,52. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak antara 6.622,18 hingga 6.674,06. Terdapat 236 saham yang menguat, 294 saham yang mengalami koreksi, dan 213 saham yang stagnan.

Nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp9.490 triliun. Sebelumnya, selama periode 19-23 Juni 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,87 persen. Pelemahan terbesar terjadi pada sektor teknologi dengan penurunan 4,26 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang turun sebesar 1,60 persen.

Pada pasar saham domestik, investor asing melakukan penjualan bersih di seluruh pasar dengan total Rp1,73 triliun. Jumlah transaksi dalam minggu ini juga mengalami penurunan, dengan rata-rata harian sebesar Rp8,29 triliun, dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang mencapai Rp9,94 triliun.

Ratih Mustikoningsih, Pakar Keuangan dari Ajaib Sekuritas, menyatakan bahwa pergerakan IHSG dalam seminggu ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, The Fed telah mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan kecenderungan hawkish dalam rangka menekan inflasi hingga mencapai target 2 persen. Oleh karena itu, masih ada kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun 2023.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update