Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Menperin Bidik Kontribusi Manufaktur 25% terhadap PDB, Ekosistem Industri Jadi Kunci

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 09 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Menperin Bidik Kontribusi Manufaktur 25% terhadap PDB, Ekosistem Industri Jadi Kunci

Pemerintah menargetkan industri manufaktur kembali memperkuat perannya sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) yang saat ini berada di kisaran 19% ditargetkan meningkat secara bertahap hingga mencapai 25%.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, pencapaian sasaran tersebut membutuhkan pertumbuhan industri yang lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, sektor manufaktur diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan ekonomi, tetapi turut mendorong ekspansi ekonomi secara keseluruhan.

“Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri kita lebih tinggi lagi melebihi pertumbuhan ekonomi. Kenapa? Karena industri inilah yang sebenarnya mengerek pertumbuhan ekonomi,” ujar Sarmuji di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Pemerintah merencanakan peningkatan kontribusi industri secara bertahap. Setelah melewati ambang 20%, porsi manufaktur terhadap PDB diharapkan terus naik hingga 21% sebelum bergerak menuju target akhir sebesar 25%.

Meski demikian, Sarmuji belum menentukan kapan target tersebut harus tercapai. Pemerintah masih perlu mempertimbangkan perkembangan masing-masing subsektor industri serta kesiapan ekosistem usaha yang mendukung aktivitas produksi.

Menurut Sarmuji, peningkatan peran manufaktur juga berkaitan dengan kemampuan sektor tersebut menciptakan nilai tambah di dalam negeri dan membuka kesempatan kerja. Karena itu, percepatan industrialisasi menjadi bagian penting dari upaya memperkuat struktur perekonomian nasional.

Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mengalami penurunan peran industri terlalu dini, sebelum sektor manufaktur mencapai potensi maksimalnya. Kondisi sejumlah negara maju yang memiliki kontribusi industri lebih rendah, menurut dia, berlangsung ketika struktur ekonomi mereka telah berkembang dan sektor jasa semakin kuat.

“Kita ingin industri kita bangkit kembali. Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya,” kata Sarmuji.

Untuk mendukung sasaran tersebut, pemerintah perlu memperkuat fondasi kegiatan industri melalui perbaikan regulasi, pelayanan yang lebih cepat, serta koordinasi kebijakan yang efektif. Langkah-langkah itu dinilai penting untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif bagi pertumbuhan manufaktur.

Sarmuji menekankan bahwa pemerintah dan pelaku industri memiliki peran yang saling melengkapi. Pemerintah bertugas membangun ekosistem yang mendukung kegiatan usaha, sedangkan pelaku industri menjalankan produksi, melakukan inovasi, dan memperluas pengembangan bisnisnya.

Keberhasilan meningkatkan kontribusi manufaktur hingga 25% pada akhirnya bergantung pada kemampuan mendorong pertumbuhan sektor tersebut secara berkelanjutan. Pemerintah belum menetapkan tenggat pencapaian, tetapi menempatkan percepatan pertumbuhan industri dan penguatan ekosistem sebagai bagian dari agenda kebangkitan manufaktur nasional.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update