Megawati dan Ramos-Horta Inisiasi Dialog Peraih Nobel di Jakarta
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta menginisiasi pertemuan para ilmuwan dunia.
Acara bertajuk Luncheon and Discussion with Science for Development Summit Delegation itu digelar pada Jumat (28/8) di Kantor Megawati Institute, Jakarta.
Pertemuan tersebut mempertemukan para ilmuwan, pemikir, hingga para peraih Nobel dan Turing Award dari berbagai bidang.
Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid menjelaskan, acara ini bertujuan mempertemukan ilmu pengetahuan dengan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi dunia.
Hilmar berpandangan bahwa dunia saat ini melewati perkembangan sains dan teknologi, namun pada saat yang sama menghadapi tantangan yang kian kompleks.
Ia menyebut, pertemuan yang diinisiasi Megawati Institute tidak dirancang sebagai konferensi ilmiah dengan pembahasan terpisah berdasarkan disiplin keilmuan.
“Yang ingin dibangun adalah percakapan di antara mereka, dan juga dengan pemimpin politik, mengenai bagaimana pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan bersama,” kata Hilmar.
Sebagai inisiator, Megawati, kata Hilmar, menekankan agar ilmu pengetahuan dan teknologi dilihat bukan sebagai sesuatu yang berdiri sendiri.
Ilmu pengetahuan, katanya, harus menjadi upaya manusia menghadapi persoalan di masanya.
Ia menyoroti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, persoalan pangan dan kesehatan, serta perkembangan kecerdasan buatan cepat.
Menurut Megawati, sambung Hilmar, perkembangan ilmu pengetahuan telah membuat manusia semakin mampu memahami berbagai persoalan tersebut. Namun, kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi tindakan masih menjadi tantangan besar.
“Dalam rapat persiapan, Ibu Megawati berulang kali menekankan bahwa Indonesia harus memperkuat kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Tetapi tantangan yang kita hadapi sekarang bersifat global,” tutur Hilmar.
Luncheon and Discussion with Science for Development Summit diikuti 10 individu penerima Nobel, termasuk Presiden Ramos-Horta, serta satu perwakilan organisasi penerima Nobel.
Para penerima Nobel yang hadir adalah Frances H. Arnold (Nobel Kimia 2018), Tim Hunt (Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2001), Benjamin List (Nobel Kimia 2021), Robert C.
Merton (Nobel Ilmu Ekonomi 1997), Konstantin Novoselov (Nobel Fisika 2010), Brian P. Schmidt (Nobel Fisika 2011), Kailash Satyarthi (Nobel Perdamaian 2014), James A.
Robinson (Nobel Ilmu Ekonomi 2024), José Ramos-Horta (Nobel Perdamaian 1996), serta Fredrik Jay Ramsdell (Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2025).
Hadir pula David Beasley, yang memimpin World Food Programme (WFP) ketika organisasi tersebut menerima Nobel Perdamaian pada 2020.
Empat penerima Turing Award yang turut hadir yakni Jack Dongarra (2021), Whitfield Diffie (2015), Richard S. Sutton (2024), dan Gilles Brassard (2025).
