Laba Medco Energi Melonjak 796,5% Jadi US$275 Juta di Semester I 2026
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mencatat penguatan kinerja operasional sepanjang semester I/2026. Produksi minyak dan gas bumi perseroan mencapai 170.000 barel setara minyak per hari (boepd), sekaligus berada di batas atas target produksi yang ditetapkan untuk tahun ini.
Realisasi tersebut meningkat dibandingkan produksi pada semester I/2025 yang mencapai 143.000 boepd. Sekitar 72% dari total produksi Medco Energi pada paruh pertama 2026 berasal dari gas.
Kinerja produksi yang lebih tinggi turut menopang kinerja keuangan perseroan. Medco Energi membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$275 juta, melonjak sekitar 796,5% dibandingkan US$30,71 juta pada semester I/2025.
Pada periode yang sama, pendapatan perseroan mencapai US$1,415 miliar dengan EBITDA sebesar US$805 juta dan laba kotor US$588 juta. Biaya kas produksi migas tercatat US$8,4 per boe, berada di bawah panduan biaya produksi perseroan sebesar US$10 per boe.
CEO Medco Energi Ronald Gunawan mengatakan peningkatan kinerja tersebut mencerminkan pelaksanaan proyek serta pengelolaan operasi produksi yang berjalan sesuai rencana. Ia juga menyebut kenaikan harga minyak dunia dan kontribusi Amman Mineral setelah smelter beroperasi penuh turut memberikan pengaruh terhadap perbaikan laba.
Dari sisi aset migas, peningkatan produksi ditopang sejumlah proyek dan lapangan. Kontribusi antara lain berasal dari Blok Corridor setelah adanya tambahan hak partisipasi, Lapangan Forel dan Terubuk di South Natuna Sea Block B, pengembangan Lapangan Bualuang di Thailand, serta proyek Bias C dan C Block 60 di Oman.
Medco Energi juga memperluas portofolio eksplorasi dan produksinya melalui penandatanganan Kontrak Bagi Hasil (PSC) Blok Nawasena di Jawa Timur dan Blok Cendramas di Malaysia pada semester pertama tahun ini. Dalam pengembangan Blok Cendramas, perseroan ditunjuk sebagai operator dan langkah tersebut sekaligus menandai dimulainya operasi produksi Medco Energi di Malaysia.
Ronald mengatakan optimalisasi aset utama tetap menjadi perhatian perseroan sepanjang semester pertama 2026. Salah satu perkembangan penting adalah Senoro Fase 2A yang telah beroperasi penuh pada Juni 2026.
Sementara itu, proyek Sakakemang terus berjalan sesuai jadwal. Medco Energi menargetkan proyek tersebut mencapai produksi gas pertama pada kuartal ketiga 2027.
Selain migas, bisnis ketenagalistrikan juga menunjukkan perkembangan positif. Penjualan listrik MedcoEnergi pada semester I/2026 mencapai 2.323 GWh, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sekitar 25% berasal dari energi terbarukan.
