Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › News
News

Kronologi Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari Usai Diberi Telur Mentah, Sempat Dirawat di RSUD Dr. Soetomo

✍️ epung 🕒 12 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Kronologi Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari Usai Diberi Telur Mentah, Sempat Dirawat di RSUD Dr. Soetomo

URABAYA — Bayi perempuan bernama Alena meninggal dunia pada usia 28 hari setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Kabar duka tersebut menjadi perhatian warganet setelah seorang pengguna Threads yang mengaku sebagai tante korban mengungkap bahwa Alena sebelumnya berada dalam kondisi kritis setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya.

Informasi mengenai kondisi Alena pertama kali ramai diperbincangkan melalui akun Threads @calisthaarisha. Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut telur mentah diberikan kepada bayi tersebut dengan tujuan meredakan demam yang dialaminya.

Menurut penuturan akun tersebut, Alena mengalami kondisi kritis setelah menerima makanan yang dinilai tidak sesuai untuk bayi seusianya. Bayi itu saat kejadian bahkan belum genap berusia satu bulan.

“Belum genap 1 bulan usianya di dunia ini harus berjuang di karena keadaannya yg kritis setelah dicekokin neneknya sendiri telur mentah. Iya sekali lagi TELUR MENTAH!! gak kokk ga salah baca,” tulis akun @calisthaarisha dalam unggahannya.

Pemilik akun kemudian menyampaikan kabar bahwa Alena meninggal dunia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warganet yang telah memberikan doa dan dukungan selama bayi tersebut menjalani masa kritis.

“Teman teman threads, terima kasih banyak untuk doa kalian buat alena ya dengan berat hati aku menyampaikan alena telah berpulang, alena sudah tidak sakit lagi, alena sudah jadi bidadari di sana,” tulisnya.

Dalam unggahan berikutnya, pemilik akun menyatakan bahwa persoalan keluarga yang berkaitan dengan kejadian tersebut telah ditindaklanjuti. Namun, ia tidak merinci langkah yang telah ditempuh maupun menjelaskan lebih jauh persoalan yang dimaksud.

Ia juga meminta warganet menghormati kondisi Ariana, yang disebut sebagai ibu Alena, karena belum siap memberikan penjelasan mengenai persoalan keluarga tersebut.

“Untuk permasalahan keluarga suami ariana, SUDAH KAMI TINDAK LANJUTI, makanya ariana meminta untuk tidak membahasnya karna ariana juga belum siap menjawab pertanyaan pertanyaan kalian mohon doa untuk alena di surga yaa,” lanjutnya.

RSUD Dr. Soetomo Benarkan Alena Sempat Dirawatl

Kepala Bagian Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar, membenarkan bahwa bayi berusia 28 hari tersebut sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit itu. Tim medis, menurutnya, telah berupaya memberikan penanganan sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien.

Ia menyampaikan bahwa Alena dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi sekitar pukul 07.10 WIB. Keterangan tersebut sekaligus mengonfirmasi usia bayi ketika meninggal, yakni 28 hari.

“Pasien tersebut memang benar sempat dirawat di RSDS dan tim medis telah memberikan upaya penanganan maksimal sesuai standar pelayanan dan kebutuhan pasien. Namun pasien dinyatakan meninggal dunia (Minggu) pagi sekitar pukul 07.10 WIB. 28 hari usia adeknya saat meninggal,” ujar Robeth.

Meski membenarkan informasi perawatan dan waktu meninggalnya pasien, pihak rumah sakit tidak membeberkan diagnosis maupun kronologi medis secara terperinci. Robeth mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan privasi dan kondisi keluarga yang sedang berduka.

“Terkait kronologis dan detail diagnosa pasien, kami tidak dapat menyampaikannya secara terbuka serta demi menghormati masa berduka pihak keluarga,” tegasnya

Hingga informasi dalam pemberitaan sumber diterbitkan, belum terdapat penjelasan medis terbuka yang memastikan hubungan antara dugaan pemberian telur mentah dan kematian Alena. Karena itu, dugaan yang beredar di media sosial perlu dibedakan dari hasil pemeriksaan medis atau kesimpulan resmi pihak berwenang.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam memberikan makanan atau bahan apa pun kepada bayi baru lahir. Apabila bayi mengalami demam atau menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, orang tua maupun pengasuh sebaiknya segera meminta pertolongan tenaga kesehatan dan tidak mencoba pengobatan rumahan yang belum terbukti aman.

E
epungPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update