Krisjiana Baharudin Pilih Vasektomi, Tak Ingin Siti Badriah KB
Krisjiana Baharudin memutuskan menjalani vasektomi sebagai metode kontrasepsi
JAKARTA - Krisjiana Baharudin mempertimbangkan kondisi kesehatan sang istri, Siti Badriah, saat memutuskan menjalani vasektomi sebagai metode kontrasepsi. Ia tak ingin Siti kembali terbebani oleh perubahan tubuh maupun efek samping yang pernah dialaminya selama kehamilan.
Saat mengandung anak pertama, Siti Badriah mengalami sejumlah kondisi kesehatan yang membuatnya harus menjalani penanganan tertentu. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan Krisjiana untuk mengambil peran dalam urusan kontrasepsi keluarga.
"Terus aku mikir, waduh kalau misalnya Siti harus KB dan lain-lain, kayaknya terlalu banyak beban yang udah dia lakukan, dari hamil, melahirkan, itu kan sesuatu yang enggak mudah ya," ujar Krisjiana saat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri, Rabu (16/9/2026).
"Apalagi Siti pas lagi hamil itu hormonnya beda-beda. Anak pertama itu dia sampai ada pengentalan darah. Pembekuan darah kalau enggak salah, yang harus disuntik setiap hari untuk melancarkan darahnya. Dan dia naik karena suntik hormon itu, dia naik pas hamil sampai 35 kilo," sambungnya.
Krisjiana juga mengingat kondisi Siti setelah melewati kehamilan dan persalinan. Ia merasa tidak ingin seluruh tanggung jawab kontrasepsi kembali dibebankan kepada istrinya.
"Terus yang kedua, Siti hamil buduk sebadan-badan. Dari sini ke bawah itu semuanya borokan sebadan-badan. Terus aku mikir kalau misalnya Siti harus aku bebankan lagi, tugas aku sebagai suami ngapain gitu. Jadi apa salahnya untuk saat ini aku yang ambil beban itu," kata Krisjiana.
Vasektomi merupakan metode kontrasepsi permanen bagi pria yang dilakukan dengan memotong dan menutup saluran vas deferens. Karena bersifat permanen, keputusan untuk menjalani prosedur ini perlu dipertimbangkan secara matang bersama pasangan dan tenaga medis.
Krisjiana sempat mempertimbangkan keinginannya untuk memiliki anak laki-laki. Namun, keinginan tersebut akhirnya ia kesampingkan karena tidak ingin Siti kembali menjalani kehamilan.
"Sebenarnya sih kita nikah dari awal bukan untuk pengin punya anak laki-laki atau perempuan ya. Sebenarnya kalau misalnya anak laki-laki mungkin keegoisan laki-laki itu sendiri ya. Jadi untuk menyingkirkannya aku mikir lagi, kayak kita menikah di awal bukan niatnya buat punya anak kan," katanya.
"Kita untuk menyatukan tali silaturahmi kita sebagai suami dan istri. Jadi aku pikir kayaknya itu bisa dikesampingkan untuk bisa punya anak laki-laki. Dan anak laki-laki dan perempuan pun sebenarnya sama aja. Aku udah dikasih Xarena, itu adalah hadiah yang luar biasa," pungkas Krisjiana.
