Kapal Tanker Jadi Sasaran Serangan di Lepas Pantai Qatar, Ketegangan Meningkat
Jakarta, Tripodnews.id - Sebuah kapal tanker diserang proyektil di lepas pantai Qatar pada Rabu (7/10). Insiden tersebut dilaporkan terjadi di perairan utara Madinat ash Shamal, wilayah paling ujung Qatar.
Laporan serangan tersebut disampaikan UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Otoritas tersebut menyebut terdapat korban dalam insiden itu dan pihak berwenang kini melakukan penyelidikan.
Namun, UKMTO belum mengungkap identitas kapal tanker yang diserang maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Serangan terhadap kapal tanker tersebut tergolong jarang terjadi karena berlangsung jauh di dalam Teluk Persia.
Insiden ini juga menjadi serangan pertama yang dilaporkan terhadap kapal tanker di kawasan tersebut dalam sekitar satu bulan terakhir.
Sebelumnya, pada 9 September, UKMTO melaporkan sebuah kapal diserang proyektil yang belum diketahui jenisnya sekitar 28 mil laut tenggara Al-Faw, Irak.
Setelah insiden tersebut, sebagian besar serangan terhadap kapal dilaporkan terkonsentrasi di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pelayaran dan perdagangan energi dunia.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pihak yang melakukan serangan terhadap kapal tanker di perairan Qatar tersebut.
UKMTO juga belum mengidentifikasi kapal yang menjadi sasaran maupun menjelaskan jenis proyektil yang digunakan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan latar belakang serangan tersebut.
Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat.
Menurut laporan The Atlantic yang mengutip dua pejabat pemerintahan, Gedung Putih telah meminta Pentagon menyusun sejumlah opsi serangan terhadap Iran yang dapat dilaksanakan sebelum pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Meski demikian, besaran serangan, target yang kemungkinan menjadi sasaran, serta keputusan apakah operasi tersebut benar-benar akan dilakukan masih dalam tahap pembahasan.
Serangan terhadap kapal tanker di perairan Qatar kini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan Teluk Persia yang menjadi jalur penting bagi lalu lintas perdagangan dan energi internasional.
