Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

IHSG Menguat di Atas 7.000 Poin Ditopang Sentimen Internal dan Realisasi Pajak

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 22 Sep 2023 👁️ 75x dibaca
Rizkia meningkatkan rekomendasinya untuk HRUM menjadi Buy dengan target harga (TP) yang lebih tinggi sebesar IDR2.150, mencerminkan rasio P/E FY23F sebesar 6,2x. Selama tahun 2023, HRUM telah mengalokasikan belanja modal sebesar US$52 juta atau sekit
Rizkia meningkatkan rekomendasinya untuk HRUM menjadi Buy dengan target harga (TP) yang lebih tinggi sebesar IDR2.150, mencerminkan rasio P/E FY23F sebesar 6,2x. Selama tahun 2023, HRUM telah mengalokasikan belanja modal sebesar US$52 juta atau sekit Foto: net

Meskipun mengalami penurunan, realisasi penerimaan pajak masih dalam tren positif dan diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah.

TRIPODNews.id -  Pada penutupan sesi I, Jumat (22/9/2023), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melaju di atas level 7.000 poin, menguat sebanyak 37,39 poin (0,53%) menjadi 7.028,86 poin. Kinerja positif ini didukung oleh sentimen internal yang kuat.

Sentimen internal tersebut adalah langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas keuangan untuk mendukung pemulihan ekonomi domestik. BI baru-baru ini mempertahankan suku bunga acuannya, menunjukkan komitmen terhadap stabilitas ekonomi.

Selain itu, realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2023 juga memberikan dukungan positif. Kementerian Keuangan RI melaporkan bahwa penerimaan pajak pada periode tersebut mencapai Rp 1.246,97 triliun, tumbuh 6,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meskipun mengalami penurunan, realisasi penerimaan pajak masih dalam tren positif dan diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah.

IHSG mengalami kenaikan sementara mayoritas bursa regional Asia bergerak secara bervariasi. Pasar masih berhati-hati dalam menghadapi sikap hawkish Federal Reserve Amerika Serikat (AS), yang telah memberikan sinyal kenaikan suku bunga acuan lagi menjelang akhir tahun.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk tenor 10 dan 30 tahun terus meningkat, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan peringatan Ketua The Fed Jerome Powell mengenai inflasi yang masih tinggi dan rencana The Fed untuk menjaga suku bunga tetap tinggi hingga tahun depan.

Tingginya imbal hasil Treasury AS mempengaruhi pasar ekuitas secara global. Selain itu, Jibun Bank Japan Manufacturing PMI mengalami penurunan pada bulan September 2023, menunjukkan penurunan aktivitas manufaktur di Jepang.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham AKRA untuk perdagangan sesi II, dengan level support dan resistance di kisaran 1.440-1.515. Selama berinvestasi di pasar saham, tetaplah waspada terhadap pergerakan pasar global dan sentimen eksternal yang memengaruhi IHSG.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update