Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Harga Beras Terus Naik, BPS Ingatkan Risiko Inflasi Lebih Tinggi Akhir Tahun

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 05 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Harga Beras Terus Naik, BPS Ingatkan Risiko Inflasi Lebih Tinggi Akhir Tahun

Pergerakan harga beras menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai pemerintah menjelang akhir 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melihat risiko tekanan inflasi dapat meningkat pada Desember apabila kenaikan harga komoditas pangan tersebut terus berlangsung.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini belum terlalu besar. Namun, situasinya dapat berbeda pada penghujung tahun apabila harga terus bergerak naik sehingga menciptakan perbedaan yang semakin besar dibandingkan posisi harga pada Desember 2025.

Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena low base effect. Basis harga beras pada Desember 2025 relatif rendah karena harga komoditas tersebut saat itu sudah mengalami penurunan. Jika harga pada Desember 2026 berada jauh di atas level tersebut, tekanan inflasi tahunan akan menjadi lebih besar.

“Kalau beras kenaikannya terus-menerus, maka pada bulan Desember tahun 2026 ada yang dinamakan low base effect. Artinya, nantinya pada bulan Desember di tahun 2026, jika harganya terus naik dibandingkan dengan Desember di 2025 yang hanya Rp15.000 [per kilogram] maka akan akan terjadi inflasi yang tergolong cukup tinggi,” kata Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah 2026 di YouTube Kemendagri RI, Senin (5/10/2026).

Perkembangan harga pada September menunjukkan kenaikan terjadi di seluruh mata rantai perdagangan yang dipantau BPS. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras mencapai Rp14.329 per kilogram atau meningkat 0,81% secara bulanan dan 6,04% secara tahunan.

Kenaikan juga tercatat di tingkat grosir. Rata-rata harga beras berada di level Rp14.992 per kilogram, naik 0,61% secara month-to-month (mtm) dan 4,93% secara year-on-year (yoy).

Pada tingkat konsumen, rata-rata harga beras eceran mencapai Rp15.769 per kilogram. Angka tersebut meningkat 0,80% secara bulanan dan 3,73% dibandingkan September 2025.

Menurut Ateng, pola tersebut perlu dibandingkan dengan perkembangan harga pada tahun sebelumnya. Pada 2025, harga beras justru mulai turun menjelang Desember sehingga posisi harga pada akhir tahun menjadi basis yang lebih rendah untuk perhitungan inflasi tahun berikutnya.

“Ini beda Bapak/Ibu semuanya di fenomena yang 2025 ini menjelang Desember sudah mulai harganya mengalami penurunan. Itu catatan kami, beras yang perlu untuk diwaspadai adanya low base effect karena pengaruh harga gap di Desember terhadap nanti Desember di 2026,” ujarnya.

Tekanan harga beras juga belum sepenuhnya mereda memasuki Oktober. Pemantauan BPS hingga pekan pertama Oktober 2026 menunjukkan terdapat 116 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras untuk seluruh kualitas.

Meski kenaikan masih terjadi di banyak daerah, BPS juga menemukan sejumlah wilayah yang mencatat penurunan harga. Beberapa di antaranya adalah Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Pergerakan harga tersebut tercermin pula pada harga beras berdasarkan kualitas. Hingga pekan pertama Oktober 2026, rata-rata harga beras medium tercatat Rp14.676 per kilogram, naik 0,16% dibandingkan September 2026.

Sementara itu, harga beras premium berada pada level Rp16.525 per kilogram. Harga tersebut meningkat 0,13% dibandingkan bulan sebelumnya.

Bagi BPS, variasi pergerakan harga antardaerah tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengantisipasi perkembangan harga beras secara nasional. Terlebih, kenaikan yang berlanjut hingga Desember dapat memperbesar selisih harga dengan periode yang menjadi basis perbandingan tahun sebelumnya.

Karena itu, perkembangan harga beras dalam beberapa bulan terakhir 2026 menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi. Selain melihat kenaikan harga saat ini, pemerintah perlu memperhitungkan pengaruh basis harga Desember 2025 terhadap pembentukan inflasi pada Desember 2026.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update