Bukalapak Gelar MESOP II, Incar Dana Rp4,7 Triliun
Dengan menggabungkan MESOP I dan MESOP II, BUKA berencana menggalang modal senilai Rp4,7 triliun, menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan potensinya dalam industri teknologi.
TRIPODNews.id - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), salah satu perusahaan teknologi terkemuka, mengumumkan langkah strategisnya untuk memperkuat modal perusahaan. Dalam rangka pelaksanaan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (MESOP) yang terdiri dari MESOP I dan MESOP II, BUKA akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) senilai Rp4,7 triliun.
MESOP I akan melibatkan hingga 5,04 miliar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp783 per saham. Total nilai transaksi potensial MESOP I mencapai Rp3,94 triliun. Proses pelaksanaan MESOP I akan berlangsung selama 30 hari bursa, dimulai dari 2 Oktober 2023 hingga 10 November 2023.
Sementara itu, MESOP II akan melibatkan hingga 4,01 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp189 per saham. Pelaksanaan MESOP II juga akan berlangsung dalam periode yang sama, yaitu dari 2 Oktober hingga 10 November 2023. Nilai transaksi MESOP II mencapai Rp759,7 miliar.
Dengan menggabungkan MESOP I dan MESOP II, BUKA berencana menggalang modal senilai Rp4,7 triliun, menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan potensinya dalam industri teknologi.
Meskipun menghadapi tantangan di semester pertama tahun 2023 dengan mencatatkan rugi, BUKA tetap menunjukkan pertumbuhan dalam pendapatan bersihnya, yang mencapai Rp2,18 triliun, dibandingkan dengan Rp1,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Teddy Nuryanto Oetomo, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk mempersiapkan masa depan yang cerah.
Dengan penambahan modal ini, BUKA berharap dapat terus mengembangkan layanannya serta berkontribusi positif terhadap perkembangan industri teknologi di Indonesia dan perekonomian nasional.
