Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › News
News

BMKG Deteksi Abu Vulkanik Semeru dan Lewotolo, Warga Malang hingga Lembata Diminta Waspada

✍️ tino 🕒 12 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus pantau aktivitas gunung Semeru, kewaspadaan tetap diwaspadai. Tripodnews/HO
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus pantau aktivitas gunung Semeru, kewaspadaan tetap diwaspadai. Tripodnews/HO

Jakarta, Tripodnews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebaran abu vulkanik dari dua gunung api di Indonesia, yakni Gunung Semeru di Jawa Timur dan Gunung Lewotolo di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (12/10/2026).

Berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 menggunakan kanal RGB pada pukul 07.00 WIB, abu vulkanik teridentifikasi menyebar dari kedua gunung tersebut. Sementara itu, pada tiga gunung api lainnya, yakni Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Karangetang, sebaran abu vulkanik tidak teridentifikasi dalam hasil analisis tersebut.

Informasi itu disampaikan BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg, Senin (12/10/2026).

“Sebaran debu vulkanik Gunung Dukono tidak teridentifikasi. Sebaran debu vulkanik Gunung Ibu tidak teridentifikasi,” tulis BMKG dalam unggahannya.

BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik Gunung Semeru bergerak ke arah barat daya. Sebaran tersebut mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang dan perairan Malang, Jawa Timur.

Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak, terutama dalam memantau perkembangan informasi terkait aktivitas vulkanik dan potensi dampak sebaran abu.

BMKG menyampaikan bahwa hasil pemantauan tersebut berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9 pada waktu pengamatan yang telah ditentukan.

Selain Gunung Semeru, abu vulkanik juga teridentifikasi dari Gunung Lewotolo di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan analisis BMKG, sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolo teramati bergerak ke arah timur. Wilayah yang tercakup dalam sebaran tersebut meliputi sebagian Kabupaten Lembata, Flores Timur, Selat Flores hingga Lamakera.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk terus memperhatikan perkembangan informasi resmi terkait sebaran abu vulkanik.

Adapun pada Gunung Ibu dan Gunung Dukono di Maluku Utara serta Gunung Karangetang di Sulawesi Utara, sebaran abu vulkanik tidak teridentifikasi dalam analisis citra satelit yang dilakukan pada pukul 07.00 WIB.

Meski demikian, hasil tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di gunung-gunung tersebut telah berhenti.

Menyikapi laporan sebaran abu vulkanik tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga di Kabupaten Malang, Lumajang, Lembata, Flores Timur, Selat Flores, Lamakera, dan perairan Malang.

Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi, terutama BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Badan Geologi.

Pemantauan informasi resmi diperlukan untuk mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik dan potensi dampaknya terhadap wilayah yang berada di sekitar jalur sebaran.

BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi dinamika aktivitas gunung api di Indonesia.

“Tidak panik, namun tetap waspada,” demikian imbauan BMKG.

Dengan adanya laporan tersebut, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak diharapkan terus memperbarui informasi dari otoritas terkait dan mengikuti arahan resmi demi menjaga keselamatan.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update