Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Benarkah Eiger Made in China? Begini Penjelasan Manajemen

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 03 May 2023 👁️ 0x dibaca
Eiger kini menetapkan diri sebagai perusahaan ritel dan distribusi. Sehingga, banyak produk yang dihasilkan dari pemasok baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Alasan mengambil produk dari luar Indonesia karena beberapa hal.   
Eiger kini menetapkan diri sebagai perusahaan ritel dan distribusi. Sehingga, banyak produk yang dihasilkan dari pemasok baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Alasan mengambil produk dari luar Indonesia karena beberapa hal.    Foto: NET

Eiger kini menetapkan diri sebagai perusahaan ritel dan distribusi. Sehingga, banyak produk yang dihasilkan dari pemasok baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Alasan mengambil produk dari luar Indonesia karena beberapa hal.   

TRIPODNews.id -   Media sosial Twitter dihebohkan dengan adanya unggahan label produk EIGER bertuliskan Made In China. Warganet kemudian mempertanyakan keaslian produk tersebut.

Hal itu terjadi lantaran EIGER merupakan merek asli Indonesia, tepatnya terlahir di Kota Bandung, Jawa Barat. Sehingga, warganet mempertanyakan keaslian produk yang labelnya bertuliskan Made In China. 

Label Made In China viral di unggahan Twitter @kegoblogan.unfa**. Unggahan itu menunjukkan label Eiger dengan tulisan Made In China yang tertara jelas. Menjawab pertanyaan warganet, PR Executive Eiger, Shulhan Syamsur Rijal menjelaskan, produk tersebut memang asli dikeluarkan EIGER. 

"Itu memang original produk EIGER. Nomor artikelnya mengarah ke produk topi. Untuk hal ini, EIGER memang menyediakan produk kegiatan luar ruang yang berasal dari berbagai pemasok, prioritas pemasok tetap dari dalam negeri, sebagian kecilnya dipasok dari pemasok lain dari luar Indonesia" ujar Shulhan 

Eiger kini menetapkan diri sebagai perusahaan ritel dan distribusi. Sehingga, banyak produk yang dihasilkan dari pemasok baik dari Indonesia maupun luar Indonesia. Alasan mengambil produk dari luar Indonesia karena beberapa hal.   

"Biasanya terpaksa dipasok dari pemasok di luar Indonesia karena teknologi dan bahannya belum bisa didapatkan secara masif di Indonesia, sama sekali bukan karena alasan SDM. Jadi, memang kaitannya adalah terkait dengan quality and development kualitas standar bahan yang sesuai standar EIGER, beberapa artikel dengan jumlah sangat minor, itu tidak bisa disiapkan di Indonesia," ujar Shulhan. 

Dia mencontohkan, beberapa barang yang teknologi dan beberapa bahannya dari luar negeri adalah komponen produk jam tangan EIGER atau pelengkap untuk mendaki gunung seperti carabiner. Produk itu tidak 100 persen buatan dalam negeri.

 

Republika

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update