5 Tips Mengatur Keuangan Gen Z agar Tetap Cuan dan Siap Hadapi Masa Depan
Generasi Z semakin aktif mencari cara untuk memperkuat kondisi keuangan, mulai dari mengejar pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, menjalankan pekerjaan sampingan, hingga meningkatkan keterampilan. Namun, upaya menambah penghasilan perlu diimbangi dengan perencanaan keuangan jangka panjang agar kebutuhan hari ini tidak mengorbankan kesiapan finansial di masa mendatang.
Survei Nationwide Financial Growth & Protection Index menunjukkan, 61 persen responden Gen Z mengambil keputusan keuangan dengan mempertimbangkan periode kurang dari satu tahun ke depan. Temuan ini menggambarkan kecenderungan sebagian anak muda untuk memprioritaskan kebutuhan dan kondisi finansial dalam jangka pendek.
Di sisi lain, sebanyak 68 persen Gen Z yang disurvei mengaku mencari pekerjaan dengan bayaran lebih tinggi atau sumber penghasilan tambahan selama setahun terakhir. Bahkan, 50 persen menyatakan memperoleh uang dari sumber di luar pendapatan utama mereka.
Tekanan biaya hidup turut menjadi tantangan. Hampir tujuh dari 10 responden Gen Z mengalami kenaikan signifikan pada pengeluaran kebutuhan pokok dalam setahun terakhir. Sementara itu, 46 persen mengaku mengkhawatirkan kondisi keuangan setiap hari.
Situasi tersebut menunjukkan pentingnya strategi mengelola uang yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mencakup pengaturan pengeluaran, tabungan, dan persiapan masa depan. Berdasarkan temuan serta saran Nationwide Financial, berikut lima langkah yang bisa dipertimbangkan Gen Z.
1. Siapkan Dana untuk Kebutuhan Jangka Pendek
Perencanaan keuangan jangka panjang tidak berarti seluruh penghasilan harus langsung dialokasikan untuk investasi atau tabungan yang sulit dicairkan. Gen Z tetap perlu menyediakan dana yang mudah diakses untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghadapi pengeluaran tidak terduga.
Dana untuk kebutuhan rutin sebaiknya dipisahkan dari tabungan jangka panjang. Dengan pembagian tersebut, pengeluaran mendadak tidak harus mengganggu target finansial yang sudah direncanakan.
Dana darurat juga dapat menjadi bagian dari strategi ini. Besarnya bisa disesuaikan dengan pengeluaran bulanan, kestabilan pendapatan, dan tanggungan masing-masing. Bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap, menjaga likuiditas menjadi semakin penting.
2. Sisihkan Penghasilan Tambahan untuk Tabungan
Penghasilan dari pekerjaan sampingan atau proyek lepas dapat membantu memperkuat kondisi keuangan. Namun, tambahan uang tersebut berisiko habis apabila tidak memiliki tujuan penggunaan yang jelas.
Karena itu, Gen Z dapat menetapkan porsi tertentu dari setiap penghasilan untuk ditabung atau dialokasikan ke tujuan finansial jangka panjang. Nominalnya tidak harus besar sejak awal, selama dilakukan secara konsisten dan sesuai kemampuan.
Memisahkan rekening atau menggunakan pos anggaran berbeda juga dapat membantu membedakan uang untuk kebutuhan rutin, dana darurat, dan tujuan masa depan. Dengan cara ini, penghasilan tambahan tidak otomatis dianggap sebagai uang yang bebas dibelanjakan.
3. Pahami Efek Bunga Berbunga sejak Dini
Memulai perencanaan keuangan sejak usia muda memberikan keuntungan berupa waktu yang lebih panjang untuk mengembangkan aset. Salah satu konsep yang penting dipahami adalah compounding atau efek bunga berbunga.
- Navanethem “Navi” Pillay, Peraih Nobel Perdamaian 2026: Tegaskan Penjajahan Israel di Palestina Setara Genosida
- Kronologi Bayi Alena Meninggal di Usia 28 Hari Usai Diberi Telur Mentah, Sempat Dirawat di RSUD Dr. Soetomo
- FKDI Beri Tenggat 30 Hari kepada Gibran untuk Mundur, Desak DPR-MPR Proses Pemakzulan
Secara sederhana, efek ini terjadi ketika hasil yang diperoleh dari tabungan atau investasi ikut menghasilkan keuntungan berikutnya. Dalam jangka panjang, pertumbuhan dapat semakin besar karena hasil sebelumnya turut menjadi bagian dari modal yang berkembang.
Meski demikian, hasil investasi tidak selalu positif dan berbeda-beda menurut instrumen yang dipilih. Gen Z perlu memahami risiko, biaya, likuiditas, dan karakteristik produk sebelum menempatkan dana.
Memulai lebih awal tidak harus berarti langsung menginvestasikan uang dalam jumlah besar. Memahami dasar pengelolaan uang, membangun kebiasaan menyisihkan pendapatan, dan memilih instrumen sesuai profil risiko merupakan langkah awal yang dapat dilakukan.
4. Tingkatkan Keterampilan, Jangan Hanya Mengejar Cuan Cepat
Meningkatkan pendapatan tidak selalu harus dilakukan dengan mencari pekerjaan tambahan. Mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja juga dapat membuka peluang memperoleh penghasilan lebih baik.
Survei Nationwide menunjukkan, 34 persen Gen Z menginvestasikan waktu atau uang untuk membangun keterampilan yang berpotensi meningkatkan pendapatan mereka.
Pengembangan kemampuan dapat dilakukan melalui pelatihan, kursus, sertifikasi, pengalaman proyek, maupun pembelajaran mandiri. Pilih keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaan atau peluang usaha yang ingin dikembangkan.
Langkah tersebut dapat menjadi investasi pada kapasitas diri. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi peningkatan kompetensi berpotensi memperluas kesempatan karier dan membantu membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
5. Pertimbangkan Bantuan Profesional Keuangan
Mengatur keuangan bisa menjadi tantangan ketika seseorang harus memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus menyiapkan masa depan. Dalam kondisi seperti ini, mencari informasi yang tepercaya atau berkonsultasi dengan profesional keuangan dapat membantu menyusun prioritas secara lebih terarah.
Dalam survei Nationwide, 45 persen responden Gen Z menyatakan ingin bekerja sama dengan profesional keuangan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proporsi konsumen secara keseluruhan yang mencapai 30 persen.
Pendampingan profesional dapat membantu mengevaluasi anggaran, menetapkan target tabungan, memahami risiko investasi, dan menyusun strategi sesuai kondisi masing-masing. Sebelum memilih layanan, pastikan profesional atau penyedia jasa memiliki kredensial yang relevan, transparan mengenai biaya, serta tidak menjanjikan keuntungan pasti.
Bagi yang belum membutuhkan konsultasi berbayar, mempelajari dasar literasi keuangan dari sumber tepercaya juga dapat menjadi langkah awal.
Pada akhirnya, meningkatkan penghasilan tetap menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kondisi finansial Gen Z. Namun, pendapatan yang lebih besar perlu diikuti kebiasaan mengatur uang secara disiplin agar manfaatnya tidak hanya dirasakan sekarang, tetapi juga mendukung kebutuhan dan tujuan hidup di masa depan.
