13,30 Miliar Saham JARR-PGUN Dijadikan Jaminan Kredit Bank Mandiri
Aksi penjaminan saham dilakukan pada dua emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN). Saham yang dijaminkan merupakan milik sejumlah entitas pengendali dan digunakan sebagai bagian dari jaminan fasilitas kredit dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Transaksi tersebut berlangsung pada 30 September 2026. Meski sebagian besar saham pengendali dijadikan jaminan, manajemen kedua perusahaan memastikan aksi tersebut tidak mengubah struktur pengendalian maupun komposisi modal masing-masing emiten.
Di JARR, PT Eshan Agro Sentosa selaku pengendali menjaminkan seluruh kepemilikannya di perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Rabu (7/10/2026), jumlah saham yang menjadi jaminan mencapai 7,997 miliar saham.
Direktur Utama JARR Indra Irawan menjelaskan, penjaminan tersebut berkaitan dengan fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya.
“Gadai saham tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh JARR dari Bank Mandiri melalui afiliasinya,” jelas Indra dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/10/2026).
Menurut Indra, penggunaan saham sebagai jaminan kredit tidak membuat PT Eshan Agro Sentosa kehilangan posisi sebagai pengendali JARR. Setelah transaksi dilakukan, status pengendalian perusahaan tetap berada pada entitas tersebut.
Manajemen JARR juga menegaskan transaksi itu tidak menimbulkan dilusi kepemilikan. Jumlah modal ditempatkan dan modal disetor perusahaan pun tidak mengalami perubahan akibat aksi penjaminan saham tersebut.
Skema serupa dilakukan pada PGUN. Dalam keterbukaan informasi terpisah, tiga pemegang saham PGUN tercatat memberikan saham mereka sebagai jaminan kepada Bank Mandiri.
Ketiga pemegang saham tersebut adalah PT Araya Agro Lestari, PT Baramega Citra Mulia Persada, dan PT Citra Agro Raya. PT Araya Agro Lestari menjaminkan 2,21 miliar saham PGUN, sementara PT Baramega Citra Mulia Persada memberikan jaminan atas 900 juta saham.
Adapun PT Citra Agro Raya menjaminkan sekitar 2,19 miliar saham PGUN. Dengan demikian, total saham PGUN yang dijaminkan oleh ketiga pemegang saham tersebut mencapai sekitar 5,30 miliar saham.
Jika angka tersebut digabungkan dengan saham JARR yang dijaminkan PT Eshan Agro Sentosa, jumlah saham yang disebut dalam transaksi mencapai sekitar 13,30 miliar saham. Dalam keterbukaan informasi, transaksi tersebut merupakan bagian dari pengikatan jaminan atas fasilitas kredit dari Bank Mandiri.
Direktur PGUN Tamlikho memastikan penjaminan saham tersebut tidak mengubah posisi PT Araya Agro Lestari sebagai pengendali. Entitas tersebut tetap menjadi pengendali PGUN dan merupakan bagian dari kelompok terorganisasi perusahaan.
“Selain itu, transaksi gadai saham tersebut tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham dan tidak mengubah jumlah modal ditempatkan maupun modal disetor PGUN,” tulis Tamlikho dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Dengan demikian, meski saham dalam jumlah besar digunakan sebagai jaminan kredit, kedua emiten menyatakan tidak terdapat perubahan pengendalian maupun perubahan struktur permodalan. JARR tetap dikendalikan PT Eshan Agro Sentosa, sedangkan PT Araya Agro Lestari tetap menjadi pengendali PGUN.
