Sabtu, 05 Sep 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

10 Kiat Membangun Literasi Keuangan Anak Sejak Dini

✍️ Fernando 🕒 05 Sep 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi: 10 Kiat Membangun Literasi Keuangan Anak Sejak Dini
Ilustrasi: 10 Kiat Membangun Literasi Keuangan Anak Sejak Dini Foto: Ilustrasi AI

Mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anak sejak usia dini merupakan investasi penting untuk masa depan mereka. Pendidikan ini membantu membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan mempersiapkan anak menghadapi keputusan ekonomi yang bijak.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian dan lembaga terkait berkomitmen meningkatkan literasi keuangan anak-anak di Indonesia.

Hal ini dilakukan melalui berbagai program nasional seperti Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK), termasuk Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Literasi keuangan pada anak merupakan investasi jangka panjang krusial untuk mempersiapkan mereka menghadapi masa depan ekonomi yang stabil.

Usia Emas Memulai Literasi Keuangan

Pendidikan literasi keuangan paling efektif diajarkan saat anak baru mulai masuk sekolah. Usia pra-sekolah dan sekolah dasar, sekitar 3 hingga 5 tahun, menjadi periode yang ideal.

Pada rentang usia ini, kemampuan kognitif anak masih konkret dan terus berkembang.

Mengenalkan Berbagai Jenis dan Nilai Uang

Anak-anak perlu dikenalkan pada berbagai jenis dan nilai uang yang berlaku. Mereka bisa belajar membedakan koin dan uang kertas, serta memahami nilai intrinsik dari setiap nominal.

Pengenalan ini juga mencakup cara bertransaksi yang aman, termasuk menggunakan metode pembayaran digital seperti QRIS atau uang elektronik.

Mengidentifikasi Kebutuhan dan Keinginan

Mengajarkan anak untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan adalah dasar penting dalam pengelolaan uang. Kebutuhan adalah hal yang harus dimiliki, sementara keinginan hanyalah sesuatu yang sekadar diinginkan.

Pemahaman ini membantu anak mengembangkan pengendalian diri dalam pengeluaran uang.

Menanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Menanamkan kebiasaan menabung adalah keterampilan finansial penting. Orang tua dapat menyediakan celengan fisik dan memotivasi anak untuk menabung.

Anak-anak bisa menabung untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya membeli mainan impian mereka.

Melibatkan Anak dalam Pengelolaan Uang Saku

Memberikan uang saku secara mingguan dan melibatkan anak dalam perencanaan anggaran sederhana dapat membantu mereka memahami konsep pemasukan dan pengeluaran.

Contohnya, mereka bisa ikut merencanakan anggaran untuk liburan keluarga atau belanja bulanan. Ini mengajarkan tanggung jawab finansial.

Orang Tua Sebagai Contoh Nyata

Orang tua memiliki peran krusial sebagai teladan dalam mengelola uang. Melibatkan anak dalam proses transaksi jual beli saat berbelanja merupakan metode edukasi yang efektif.

Membiarkan mereka mengelola uang sendiri dalam batasan tertentu juga memberikan pengalaman praktis.

Edukasi Finansial Melalui Permainan Interaktif

Pengenalan literasi keuangan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Permainan seperti monopoli atau bermain peran penjual-pembeli cocok untuk anak-anak.

Metode ini membuat belajar tentang uang menjadi pengalaman yang tidak membosankan.

Memanfaatkan Konten Edukasi Digital

Selain permainan fisik, konten edukasi digital juga merupakan sumber informasi berharga. Video YouTube, podcast, atau e-book yang dirancang untuk anak-anak bisa menjadi alat bantu yang efektif.

Materi-materi ini menyajikan konsep keuangan dengan cara yang mudah dipahami.

Dukungan Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

OJK secara aktif mengimplementasikan berbagai program untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak di Indonesia. Inisiatif seperti Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) mendorong anak-anak memiliki rekening bank.

Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini.

Mengajarkan Konsep Berbagi dan Menghargai Uang

Selain mengelola dan menyimpan, anak-anak juga perlu diajarkan tentang pentingnya berbagi dengan sesama. Hal ini menumbuhkan empati dan jiwa sosial pada diri mereka.

Anak-anak juga belajar menghargai nilai uang dan kerja keras yang diperlukan untuk mendapatkannya.

Pastikan kamu memeriksa kembali informasi terkini sebelum membuat keputusan finansial atau edukasi.

 

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update